Resep Obat Kuat Tradisional Jawa Khusus Pria Dewasa

Bahasan kita kali ini, khusus diperuntukkan bagi kaum Adam. Karena kali ini, yang akan saya bagikan adalah resep obat kuat tradisional Jawa.

Seperti yang kita tahu, seorang raja di masa lampau, lazimnya punya banyak istri. Selain istri-istri utama, masih punya sejumlah selir juga. Banyak dari istri-istri ini yang dinikahi usai peperangan. Jadi sang raja yang memenangkan perang akan mengawini anak perempuan dari penguasa yang dikalahkannya, sebagai upaya untuk menjinakkan lawan politik.

Dikarenakan memiliki banyak istri, maka tidak heran, bila para raja Jawa pada masanya diharapkan memiliki keperkasaan yang melebihi lelaki biasa. Sehingga disinilah peran ramuan obat kuat, yang dulunya khusus dikonsumsi oleh para raja dan bangsawan.

Ramuan jamu kuat yang diwariskan leluhur ini antara lain terdiri dari merica, daun sirih, dan bawang lanang. Sebanyak 40 butir merica, 40 lembar daun sirih dan 40 bawang lanang direbus lalu disaring. Kemudian dihaluskan dengan batu, diembunkan selama semalam, baru setelah itu bisa diminum.

Diantara ketiga bahan tersebut, Anda pasti sudah tahu apa itu merica, dan apa itu daun sirih. Yang mungkin masih awam bagi Anda adalah bawang lanang. Bawang lanang, dalam Bahasa Indonesia, disebut bawang putih tunggal. Alias bawang putih yang tidak ada temannya dalam satu wadah kulit bawang putih.

Jadi kalau bawang putih biasa, dalam satu kelompok ada beberapa siung yang melingkar jadi satu. Sedangkan bawang lanang tidak ada bersiung-siung, memang hanya satu bawang saja. Bentuknya bulat dan warnanya jauh lebih putih dibandingkan bawang putih pada umumnya.

Kalau dalam keseharian, bawang jenis ini memang jarang dipakai. Semata-mata karena memang jarang ditemukan.

Bawang lanang inilah yang menjadi bahan utama resep keperkasaan para raja tanah Jawa. Manfaat utamanya adalah untuk memperbaiki gairah dan kehidupan seksual seorang pria.

Lalu, seperti apa resepnya?

Resep Obat Kuat Tradisional Jawa

Ada beberapa resep. Yang pertama sudah saya sebutkan tadi, yaitu dengan menggunakan 40 butir merica, 40 lembar daun sirih dan 40 bawang lanang. Ketiganya direbus, lalu disaring. Kemudian dihaluskan dengan batu, diembunkan selama semalam, baru setelah itu bisa diminum.

Untuk resep kedua, campurlah bawang lanang dengan merica. Tumbuk halus, kemudian campur dengan madu asli dan tunggulah beberapa saat. Bila Anda tidak menyukai bau bawang, maka boleh bawang lanang ini dicampurkan ke dalam makanan Anda sehari-hari.

Resep ketiga, adalah dengan mengupas kulit bawang lanang, kemudian merendamnya dalam madu asli selama kurang lebih dua minggu. Setelah itu bawang lanang dapat langsung dimakan atau dikonsumsi. Misalnya sebutir tiap hari, atau bisa juga lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bila menggunakan resep yang ketiga ini, buatlah rendaman bawang setiap satu atau dua minggu sekali. Jadi setiap dosis yang Anda makan, adalah dosis yang masih segar. Selain memperkuat ereksi, bawang lanang yang telah direndam dalam madu asli, dipercaya juga berkhasiat untuk menambah gairah seksual pria.

Menariknya, bawang lanang tidak hanya berkhasiat untuk obat kuat saja. Konsumsi bawang lanang secara teratur diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Juga bisa mengatasi penyakit maag, dengan cara dicuci bersih dan dikunyah mentah minimal tiga kali sehari.

Selain itu, khusus bila Anda mengidap penyakit batuk pilek, masuk angin, atau asma, bawang lanang bisa dihaluskan dan dicampur dengan madu. Kemudian disaring & diminum setiap pagi secara rutin.

Nah, cukup sekian dari saya. Resep-resep yang saya sebutkan ini boleh dicoba bila berminat. Semoga selain memberikan manfaat secara fisik, juga membuat kita lebih menghargai ramuan tradisional warisan leluhur. Semoga bermanfaat bagi Anda, dan salam rahayu.