Mengenal Suwuk, Pengobatan Tradisional Jawa

Pernahkah Anda mendengar istilah suwuk? Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah ini, sedangkan sebagian lagi mungkin belum.

Suwuk, merupakan metode pengobatan tradisional Jawa. Jadi cara pengobatannya, dilakukan lewat rapalan doa atau jampi-jampi, dan juga ramuan herbal tradisional.
Nah, suwuk inilah yang akan kita bahas kali ini. Sebagai wawasan kita bersama, bahwasannya leluhur kita ternyata mewariskan pengetahuan, yang demikian adanya dibidang kesehatan dan penyembuhan.

Secara umum, ketika mendengar istilah suwuk, arti pertama yang tertangkap telinga orang Jawa, adalah doa. Dalam maknanya secara umum. Tetapi di beberapa daerah, maka itilah suwuk ini seringkali sudah secara spesifik mengarah pada doa untuk penyembuhan penyakit.

Orang yang menyembuhkan pasien, dengan metode suwuk, biasanya disebut sebagai dukun. Pengobatannya sendiri dilakukan lewat doa-doa, yang dibacakan pada air putih. Atau ramuan dari tumbuh-tumbuhan.

Adapun jenis penyakit yang dapat disembuhkan sendiri, bisa digolongan menjadi dua. Pertama, adalah penyakit yang disebabkan oleh intervensi supranatural. Gangguan makhluk halus, misalnya. Atau hantu, atau juga roh. Atau bisa juga penyakit ini berasal dari sihir yang dikirimkan orang tertentu.

Sedangkan golongan yang kedua, adalah penyakit yang muncul secara alami, karena ketidakseimbangan tubuh manusia. Contoh, sakit karena panas, atau dingin.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam perjalanannya, suwuk lebih banyak dipakai untuk menyembuhkan penyakit dari golongan pertama. Atau penyakit yang munculnya diakibatkan hal-hal supranatural.

Dalam proses pengobatannya, seorang dukun akan terlebih dulu mendiagnosa pasien. Tidak ubahnya seperti ketika kita berobat ke dokter. Baru setelah itu pasien diobati.

Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam proses diagnosa ini, termasuk dengan melakukan pijatan-pijatan di ruas jari kaki dan tangan. Juga lewat pengakuan atau laporan si pasien. Atau bahkan dengan menggunakan benda pusaka, dan atau komunikasi batin antara sang dukun, dengan penunggu desa tempat pasiennya berasal.

Barulah kemudian, pasien diobati. Pengobatannya, ada yang menggunakan pijatan. Atau bisa juga menggunakan ramuan herbal. Bisa juga menggunakan minyak misik. Dan ada pula yang pengobatannya dilakukan dengan membalurkan bobok di badan pasien.

Selama proses pengobatan ini, dukun suwuk akan merapal doa-doa tertentu. Terkadang, pasien juga akan diberikan doa-doa berupa tulisan Arab pada selembar kertas.

Dalam pengobatan tradisional ini, ada tiga hal yang menjadi elemen penting. Pertama, adalah obatnya itu sendiri. Kedua, mantranya. Dan yang ketiga, adalah kondisi atau kemampuan si pemberi obat.

Seorang dukun suwuk, meyakini bahwa kesembuhan pasien itu sama sekali bukan berasal dari kemampuan dirinya. Tetapi merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Sejatinya, suwuk merupakan teknik pengobatan tradisional yang mewakili wujud keluhuran dan kekayaan budaya kita. Yang mestinya tetap perlu kita lestarikan, berbarengan dengan kemajuan teknologi kesehatan modern, yang kita nikmati di masa sekarang.

Jadi bukan hanya soal percaya tidak percaya, tetapi soal bagaimana kita menjaga kekayaan budaya kita juga. Banyak orang yang mengikuti pengobatan suwuk, tetap berobat juga secara medis. Dan memang semestinya demikian.

Sehingga jika penyakit ini terjadi secara alami, harapan sembuh kita lebih tinggi. Dan jika ternyata penyakit ini merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan hal-hal supranatural, harapan sembuh kita juga tetap lebih tinggi.

Bagaimana? Adakah dari Anda yang pernah berobat secara tradisional, dengan metode suwuk? Kalau pernah, boleh ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.