Bisakah Mengembalikan Pelet Pada Pengirimnya?

Bahasan kali ini, secara khusus saya peruntukkan, bagi Anda yang selama ini sering bertanya-tanya. Bisa tidak, serangan pelet kita kembalikan kepada pengirimnya?

Pertanyaan semacam ini biasanya saya terima dari beberapa orang, yang merasa bahwa dirinya telah menjadi korban pelet, dan tidak terima. Ingin pengaruh peletnya ini dikembalikan kepada si pengirim. Biar si pelaku pelet itu merasakan, apa yang selama ini ia rasakan.

Namanya manusia, perasaan semacam ini wajar, meskipun tidak bisa saya katakan bijaksana. Kalau ada beberapa dari Anda yang masih ingat, saya pernah ada satu video yang memberikan wawasan, seputar amalan untuk mengembalikan pengaruh pelet.

Untuk menyegarkan kembali ingatan Anda, amalan tersebut akan saya tuliskan di akhir pembahasn ini. Amalan tersebut, jadikanlah sebagai wawasan saja. Sebagai pengetahuan lebih bagi kita.

Dengan begitu, maka terjawab, bahwa memang ada peluang bagi kita untuk mengembalikan pengaruh pelet kepada orangnya. Tetapi, bukan itu yang semestinya menjadi prioritas kita.

Ibaratnya sedang sakit, yang menjadi prioritas kita adalah bagaimana caranya agar kita sembuh. Tidak sakit lagi, dan tidak menjadi korban lagi. Soal siapa yang mengirimkannya, atau kenapa dia mengirimkannya, tidak semestinya menjadi pokok persoalan bagi kita.

Mengapa begitu? Karena selama Anda masih ada keinginan untuk membalas, untuk membalikkan, untuk mengembalikan, maka itu menunjukkan bahwa hati Anda masih tidak ikhlas. Masih ada dendam, masih ada amarah. Dan amarah itulah yang justru seringkali menjadikan amalan kita tidak mempan.

Katakanlah Anda datang untuk berobat. Tetapi yang Anda minta bukanlah bagaimana caranya agar sembuh. Anda justru minta supaya sakit ini diberikan pada orang lain, yang menurut Anda adalah sumber kesakitan itu. Ini hanya akan menjadikan beban dalam hati Anda.

Dan seringkali, ketidakikhlasan semacam inilah, yang menjadikan upaya kita tidak membuahkan hasil. Bukannya malah sembuh, tapi malah menjadi-jadi. Karena kita terus berharap, agar dia saja yang menderita. Padahal yang kita butuhkan saat ini adalah kesembuhan.

Pelet pun semacam itu. Bila Anda merasa menjadi korban penyalahgunaan pelet, ikhlaskanlah dulu hati Anda. Agar bisa berobat dengan pikiran yang tenang dan bijak. Prioritas utama kita adalah agar kita lekas sembuh, serta tidak menjadi korban lagi.
Bila kita membalas keburukan dengan keburukan, lantas apa bedanya kita dengan orang jahat tersebut?

Kurang lebih seperti itulah yang dapat saya sampaikan, semoga memberikan sedikit pencerahan bagi Anda.


Cara Mengembalikan Pelet:
Untuk menghilangkan sekaligus mengirimkan kembali pengaruh pelet kepada si pelaku, yang pertama perlu Anda siapkan adalah dua gelas air putih.
Kemudian bacalah mantra sebanyak tujuh kali, pada masing-masing gelas tersebut. Jadi Anda baca tujuh kali pada satu gelas air, lalu tiupkan. Ulangi pada gelas yang kedua. Jadi total Anda membaca mantranya 14 kali.
Mantranya berbunyi:
“Bismillahirrohmanirrohim,
Ya Fattahu Ya Mukiku Ya Sultonu (3x)
Ya Lailahailalloh Muhammad Rosululloh
Tulak Tanggul (3x)
Tuju Luput Kang Tinuju, Kena Kang Nuju Belaka
Abaliya Abaliya Abaliya
Lailahailalloh Muhammad Rosululloh
Ora Ingsun Kang Kuwasa Nulak Ing Gambar
Kang Kaya Pasangan Lan Sakabehe Sranamu
Ananging Allah Kang Nulak
Teka Bali Ambalika Kang Nedya Dursila
Ya Lailahailallah Muhammad Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.”

Salah satu gelas tersebut, minumlah airnya sampai habis. Sedangkan gelas yang satunya lagi letakkan di sebelah tempat tidur Anda. Dengan cara inilah pengaruh pelet yang dikirimkan, akan kembali kepada yang bersangkutan. Tanpa Anda perlu tahu siapa orang yang mengirimkan pelet tersebut kepada Anda. Atas seizin Tuhan.
Semoga berkah dan bermanfaat bagi Anda.