Benarkah Weton Jodoh Ketemu 25 Tidak Boleh Menikah

Kali ini, kita akan membahas soal weton jodoh ketemu 25. Atau disebut juga weton selawe. Apakah benar, bahwa pasangan yang jumlah wetonnya 25 itu, tidak baik untuk menikah? Karena ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima.

Banyak dari Anda pasti sudah pernah mendengar soal ini. Bahwa weton yang dianggap paling berbahaya untuk bersama, adalah weton 25. Jadi wetonnya si lelaki dan si perempuan, ketika ditambahkan, jumlahnya ada 25.

Katanya, yang demikian ini dianggap membawa malapetaka. Akan ribut rumah tangganya. Sering bertengkar. Rejeki akan seret. Ujung-ujungnya akan bercerai. Bahkan ada yang bilang, bahwa orang tuanya akan meninggal salah satu. Atau jadi gila salah satu. Atau ada juga yang mengatakan, salah satu dari suami atau istri akan meninggal.

Sebagian beralasan, tibo pati. Sehingga weton jodoh ketemu 25 ini kemudian dianggap sebagai weton yang paling banyak memisahkan pasangan.

Tidak jarang, sepasang sejoli terpaksa dipisahkan, karena kedua belah pihak keluarga masih meyakini angka ini sebagai angka yang buruk untuk berumah tangga. Sebenarnya, apakah memang seperti itu? Apakah pasangan yang jumlah wetonnya 25, memang tidak baik untuk menikah? Apakah benar bisa mengakibatkan kematian?

Perlu kita tekankan dulu, bahwa umur itu di tangan Tuhan. Mati itu di tangan Tuhan. Jika kita meninggal esok hari, itu adalah kehendak Tuhan. Bukan karena kehendak dua digit angka.


Baca Juga :


Memang, leluhur kita pernah mewanti, agar berhati-hati bila hitungan weton bertemu di angka 25. Tetapi alasannya bukan karena itu. Bukan karena tibo pati. Karena jika alasannya sekedar tibo pati, ya angka yang jatuhnya pada pati, bukan hanya angka ini saja.

Weton jodoh 25, yang dianggap kurang baik, adalah yang terdiri dari 18 dan 7. Angka tertinggi, dan angka terendah. Sabtu Pahing, dengan Selasa Wage. Orang yang wetonnya paling tinggi, bertemu orang yang wetonnya paling rendah. Mengapa seperti itu? Karena jaman dulu, tidak semua muda-mudi mencari pasangannya sendiri. Banyak yang menikah karena dipertemukan oleh pihak keluarga.

Jadi sebelum menikah, kebanyakan belum paham, watak calon pasangannya seperti apa. Khawatirnya, perbedaan angka neptu yang terlalu jauh, akan menyebabkan perbedaan watak yang terlalu jauh juga. Bagi Anda yang belum tahu neptu itu apa, neptu adalah geneping wetu. Angka yang menjadi nilai tiap-tiap hari dan pasaran. Angka weton, istilahnya.

Itulah mengapa kita dianjurkan berhati-hati, ketika weton jodoh kita jatuh di angka 25. Takutnya akan sering ribut selama berumah tangga, karena perbedaan kepribadian antara suami dan istri. Khawatirnya satu akan bersikap semena-mena. Sedangkan yang satu dibiarkan menderita. Atau bahkan dua-duanya saling ribut, dan mengakibatkan ketidakharmonisan, serta rejeki yang seret.

Penyebabnya seperti itu. Alasannya seperti itu. Jadi sama sekali bukan sesuatu yang mistis maupun klenik. Apakah ada, pasangan yang jumlah wetonnya 25, tetapi rumah tangganya tetap harmonis? Ya tentu saja ada. Sering saya katakan, bahwa primbon bukanlah ilmu pasti. Primbon adalah bagian dari ngelmu titen. Primbon merupakan seperangkat wawasan yang diwariskan, agar kita lebih ingat dan waspada. Serta lebih berhati-hati sebagai manusia.

Sama sekali bukan ditujukan untuk melarang seseorang menikah. Apa yang dipersatukan oleh Tuhan, tidak semestinya dipisahkan oleh Primbon. Jadi bagi Anda, yang saat ini hubungannya sedang terganjal karena weton 25, tidak perlu khawatir dulu. Kalau angka 25-nya ini bukan terdiri dari 18 dan 7, maka tidak masalah.

Kalaupun memang terdiri dari angka 18 dan 7, maka solusinya ada dua. Pertama, Anda bisa menolak balaknya itu dengan cara melangsungkan pernikahan pada hari Satriya Wibawa. Yaitu hari yang neptunya 13. Contoh, Kamis Legi. Atau Senin Pahing.

Sedangkan solusi kedua, adalah Anda berdua sebagai calon mempelai, perlu diruwat dulu. Ruwat artinya lepas. Dalam hal ini, ruwatan dimaksudkan sebagai suatu cara untuk membersihkan sengkala atau nasib buruk.

Caranya bagaimana? Cara paling mudah untuk melakukan ruwatan sengkala, adalah dengan menggunakan Garam Pangruwat. Untuk mendapatkan Garam Pangruwat ini, Anda bisa hubungi nomor 085762118383. Perkenalkan diri Anda, dan sampaikan keinginan Anda untuk melakukan ruwatan jarak jauh, agar bisa dibantu untuk langkah selanjutnya.