Apa Bedanya Santet, Teluh, Tenung, dan Guna-guna

Beberapa dari Anda mungkin sudah tahu, bahwa sebagai praktisi Kejawen, saya melayani juga seputar pengobatan non-medis. Termasuk pengobatan non medis adalah penyakit-penyakit yang disebabkan ilmu gaib.

Jadi intinya meskipun saya tidak pernah melayani santet, tetapi kalau soal penyembuhan santet, masih bisa dibantu.

Pertanyaannya sekarang, santet ini sebenarnya apa? Samakah dengan teluh? Dengan tenung? Bagaimana kalau guna-guna? Apakah juga sama?

Sebenarnya, keempat istilah ini memiliki arti yang tidak sama. Santet itu beda dengan teluh, beda lagi dengan tenung, dan beda lagi juga dengan guna-guna.

Nah, bedanya dimana? Kita bahas satu per satu.

1. Santet

Pertama, santet. Santet adalah suatu bentuk penyalahgunaan ilmu gaib, dari jarak jauh, dimana ilmu gaib ini dipergunakan untuk menyerang target, melalui perantara benda mati. Garis bawahnya di benda mati.

Contoh, boneka jerami, jarum, silet, pecahan kaca, lidi, kawat, batu, dan lain sebagainya.

Santet, cenderung sulit dideteksi. Gejalanya cenderung remeh, seringkali disalahartikan sebagai gangguan kesehatan biasa.

Munculnya rasa sakit pun, hanya pada bagian tubuh tertentu saja.

Dan ketika si penderita berobat ke dokter, apa penyakitnya tidak akan diketahui secara pasti.

2. Teluh

Yang kedua, teluh. Teluh bisa dikatakan sebagai kebalikannya santet. Bila santet menggunakan perantara benda mati, maka teluh menggunakan unsur bernyawa.

Termasuk hewan dan binatang, seperti belatung atau lintah.

Bila santet itu rapi, teliti, dan sulit dideteksi, maka gejala teluh justru seringkali bisa dilihat secara kasat mata.

Gejala-gejala ini antara lain berupa lesatan cahaya yang nampak masuk ke dalam rumah korban. Wujudnya mirip api berwarna kemerahan.

Tidak lama setelah lesatan cahaya ini terlihat, satu persatu penghuni rumah tersebut akan jatuh sakit secara misterius. Malah bisa jadi beberapa diantaranya sampai meninggal dunia.

Gejala lainnya adalah suara benda jatuh, atau suara reruntuhan pasir di malam hari. Tetapi ketika ditelusuri, benda yang jatuh ini tidak pernah ada.

Teluh juga bisa ditandai dengan suara bising atau berisik di telinga, padahal rumah dalam keadaan sepi dan kosong melompong.

Gejala lebih lanjut adalah munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu, yang mana benjolan ini nampak seperti dapat berpindah-pindah tempat.

Beberapa korban teluh juga mencium bau busuk di dalam rumah, entah darimana asalnya. Selain bau busuk ini, ditemukan juga kemunculan lintah secara tiba-tiba.

3. Tenung

Sekarang yang ketiga, yaitu tenung. Bisa dibilang, bahwa tenung adalah perpaduan antara santet dan teluh. Dia bisa pakai perantara benda mati, juga bisa pakai perantara makhluk bernyawa.

Karena sifat gabungannya ini, tenung dapat merambat lewat tanah atau bumi. Padahal seharusnya, bumi memiliki aliran energi positif yang mustahil dilewati ilmu hitam.

Orang jaman dulu bilang, bahwa kalau mau terhindar dari santet, baiknya kita tidur di lantai beralaskan tikar. Tanpa kasur, tanpa dipan. Karena santet tidak bisa dikirim melewati bumi.

Tetapi kalau tenung, masih bisa tembus.

Gejala tenung, seringnya diangap remeh. Karena hanya berupa pecahnya perabotan. Jadi barang pecah belah seperti gelas, piring, atau mangkok di atas meja bisa saja jatuh tanpa ada yang menyenggol.

Gejala ini muncul apabila perantara yang digunakan berupa pecahan kaca atau beling. Sebab ketika pecahan kaca tersebut diuraikan menjadi energi dan dikirimkan kepada target, secara otomatis ia akan bersinggungan dengan partikel sejenisnya, di dalam rumah target yang bersangkutan.

Karena ini pula, korban tenung kerap terselip sisa staples, kawat atau potongan logam ketika sedang makan.

Bahkan dalam beberapa kasus, tenung ditandai dengan terangkatnya lantai rumah, dimana sisa pecahannya bahkan bisa membentuk sebuah pola yang teratur dan berurutan.

4. Guna-guna

Untuk yang keempat, kita mengenal guna-guna. Berbeda dari tiga jenis penyalahgunaan ilmu gaib yang sudah saya terangkan sebelumnya, guna-guna tidak melibatkan dematerialisasi.

Artinya, tidak ada proses penguraian benda padat menjadi energi, yang kemudian dikirim dari jarak jauh secara metafisik.

Karena itulah guna-guna bisa dilakukan tanpa khawatir terhalang bumi maupun lautan. Sebab guna-guna, melekat pada benda yang dimiliki target.

Contoh, ada orang yang diam-diam menaruh dendam. Terhadap Si A, misalnya. Ia kemudian menghadiahi Si A dengan sepotong pakaian. Pakaian ini, sebelumnya telah diguna-guna.

Besar kemungkinan, Si A merasakan firasat buruk sejak mengenakan pakaian tersebut. Tidak lama kemudian, ia mengalami nasib naas atau bahkan sampai tewas dalam kecelakaan.

Belakangan, metode guna-guna ini diadopsi oleh para pelaku pesugihan hitam. Mereka membutuhkan tumbal, tetapi tidak semua orang bisa ditumbalkan. Hanya mereka yang ikut merasakan uang hasil pesugihannya yang bisa dijadikan tumbal.

Maka dari itu diberikanlah sesuatu kepada calon korban. Apapun barangnya, yang penting barang itu dibelikan dari hasil pesugihan yang dilakukan. Meskipun korban tidak tahu bahwa ia ternyata ikut menikmati hasil pesugihan, ia tetap bisa ditumbalkan selama ia telah menerima pemberian tersebut.

Nah, itu tadi empat jenis penyalahgunaan ilmu gaib yang selama ini banyak ditemukan. Semoga bahasan ini bisa memberikan wawasan bagi Anda, sekaligus menjadikan kita lebih mawas dan waspada.

Salam Rahayu.