Air Yang Didoakan, Benarkah Bisa Menyembuhkan Penyakit?

Kali ini, bahasan kita, adalah seputar air yang didoakan. Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami, atau setidaknya pernah menyaksikan, sewaktu masih kecil dulu, pernah sakit panas, dan kemudian oleh orang-orang tua, diarahkan agar dibawa ke orang pintar. Atau sesepuh di daerah tersebut.

Oleh sesepuh ini, Anda diberikan air yang didoakan, atau dimantrai. Dan secara ajaib, Anda pun perlahan sembuh.

Nah, pertanyaannya sekarang, benarkah air yang didoakan, bisa menyembuhkan penyakit?

Banyak dari Anda, saya yakin pernah mendengar nama Profesor Masaru Emoto, yang pernah mengungkapkan keanehan sifat air.

Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air, yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air, ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya.

Yang secara tidak langsung, mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air, yang terbentuk oleh adanya ikatan hydrogen.

Emoto sendiri, melakukan percobaan dibanyak negara, termasuk Swiss, Jerman, Perancis, dan Palestina.

Sampai kemudian, sewaktu diundang PBB untuk mempresentasikan temuannya,  Dr. Emoto menyimpulkan bahwa air bisa ‘mendengar’ kata-kata, bisa ‘membaca’ tulisan, dan bisa ‘mengerti’ pesan.

Dalam bukunya The Hidden Messages in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan, bahwa air memiliki kemampuan untuk merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Dr Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan”, apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Namun sebaliknya, partikel kristal air dapat menjadi terlihta “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya. Seperti kesedihan dan bencana.

Dr Emoto menyimpulkan pula, bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa, dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Dari penelitian inilah, dapat dikatakan bahwa sifat dan karakter air akan berubah, tergantung niat dari orang yang membawa air itu. Jika segelas air di bacakan doa untuk penyembuhan, maka air itu akan berubah partikelnya, menjadi bersifat menyembuhkan sesuai doa yang diucapkan.

Jika segelas air itu di isi dengan sumpah serapah dan caci maki, maka karakter air itupun akan berubah sesuai sumpah serapah tersebut.

Inilah rahasianya mengapa sejak jaman dulu, jika ada orang yang sakit, lazimnya dibawa ke orang pintar di kampung tersebut, untuk kemudian diberi air putih yang sudah dibacakan doa dan mantra.

Jadi sebenarnya, terjawab sudah, bahwa air yang didoakan dan diminumkan ini, tidak lantas mengandung unsur klenik maupun mistik. Karena ada penelitian yang telah berhasil membongkar kebenarannya.